Pucamadu yang mengandung bahan aktif mikroba fungsional seperti Azotobacter dan Pseudomonas SP. Azotobacter berperan sebagai bakteri pengikat nitrogen dari udara, sehingga membantu peningkatan kesuburan tanah dan hasil panen padi. Penggunaannya mampu mengurangi kebutuhan pupuk kimia seperti urea hingga 50%, sekaligus meningkatkan hasil panen padi dua kali lipat pada luas lahan yang sama. Pseudomonas SP berfungsi memperbaiki kondisi pH tanah yang asam akibat aktivitas pupuk kimia dan unsur sulfida di tanah vulkanik Indonesia, sehingga pH tanah kembali mendekati normal (pH 6-7). Tanah dengan pH rendah menyebabkan penyerapan unsur hara berkurang drastis, sehingga tanaman mengalami kekurangan nutrisi meskipun pemupukan sudah sesuai dosis.
Dengan Pucamadu, kebocoran unsur hara di tanah yang sering dibandingkan dengan ember bocor dapat diminimalisasi. Selain itu, aplikasi Pucamadu juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit melalui stimulasi produksi senyawa metabolit sekunder seperti fenolat dan flavonoid, yang berfungsi sebagai antibiotik alami tanaman. Testimoni petani menunjukkan tanaman menjadi lebih sehat, buah lebih banyak dan berkualitas, dan biaya pupuk kimia berkurang signifikan. Secara keseluruhan, Pucamadu membantu memperbaiki kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk kimia, meningkatkan hasil dan kualitas tanaman, serta memperkuat ketahanan tanaman secara organik.
