Kali ini kita akan membahas aplikasi pupuk hayati cair Pucamadu yang digunakan oleh petani di lereng Gunung Sumbing. Pada lahan milik Bapak Parman, tanaman utama yang ditanam adalah tomat. Sebelum menggunakan pupuk hayati ini, Bapak Parman menghadapi banyak kendala dalam pertumbuhan tanaman. Setelah beberapa kali aplikasi Pucamadu, hasilnya sangat memuaskan. Tanaman tomat yang berumur sekitar 35 hari menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan sehat. Selain tomat, ada juga tanaman lain seperti sawi dan cabai yang ditanam secara tumpang sari dengan menggunakan pupuk hayati Pucamadu. Hasilnya, semua tanaman tampak subur dan sehat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para petani yang menginginkan tanamannya tumbuh subur seperti milik Bapak Parman.
Kunjungan lahan Demoplot di lereng G Sumbing
