Penurunan produktivitas lahan pertanian sering kali disebabkan oleh kesuburan tanah yang menurun, ditandai dengan tanah yang semakin keras serta pH tanah yang semakin rendah. Hal ini membuat para petani harus terus meningkatkan dosis pupuk kimia untuk menjaga produktivitas lahan, namun hal tersebut justru menyebabkan kondisi tanah semakin buruk karena peningkatan kation hidrogen yang menyebabkan tanah menjadi lebih asam. Penelitian menunjukkan bahwa jika pupuk nitrogen dan fosfat diberikan secara berlebihan dan tidak dijerat oleh tanaman, akan terjadi penurunan pH tanah dan kekerasan tanah yang semakin parah. Solusi untuk masalah ini adalah pupuk hayati bernama Pucamadu, yang dirancang khusus untuk mengatasi kondisi tanah asam di Indonesia. Pucamadu dengan bahan aktif seperti Aspergillus sp, Basillus sp, Actinomiset, bakteri penambat nitrogen, dan bakteri pengurai fosfat. Mikroorganisme ini telah melalui proses adaptasi agar dapat tumbuh baik di lahan yang asam. Pucamadu juga efektif dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 25-50%, meningkatkan pH tanah, dan menggemburkan tanah secara biologis dalam waktu singkat. Banyak petani telah merasakan manfaatnya, termasuk pengurangan biaya produksi dan penggunaan pupuk kimia, serta meningkatnya hasil panen tanpa bahan kimia tambahan.
Membangun niat kembali ke organik bersama PUCAMADU
