Pucamadu Untuk Meningkatkan Produktivitas Dilahan

Pertumbuhan tanaman padi yang tidak normal sering kali disebabkan oleh pertumbuhan akar yang tidak maksimal. Dalam video ini, ditunjukkan bahwa tanaman padi yang memiliki akar yang pendek, dan jumlah akar yang sedikit, menyebabkan warna daun yang kuning dan kemerahan. Hal ini mengindikasikan bahwa tanaman padi tidak menerima cukup nutrisi, yang pada akhirnya memengaruhi jumlah anakan perumpun. Penyebab utamanya adalah kurangnya hormon sitokinin, yang merupakan hormon pertumbuhan akar. Sitokinin biasanya diproduksi oleh akar mayang, tetapi jika akar tidak sehat, maka produksi hormon ini akan terganggu.

Solusi yang diusulkan adalah penggunaan pupuk Pucamadu yang mengandung bakteri asus berilium yang dapat memproduksi sitokinin. Bakteri ini juga dapat menormalkan pH tanah yang asam, sehingga nutrisi lebih mudah tersedia bagi tanaman. Proses adaptasi bakteri ini dilakukan selama sebulan agar mereka dapat berkembang dengan baik di lingkungan yang ekstrem. Hasil dari penggunaan pupuk Pucamadu ini menunjukkan peningkatan jumlah anakan perumpun padi, serta batang yang lebih kokoh dan sehat. Dengan demikian, potensi produktivitas sawah yang asam dapat dioptimalkan.